Archive for Oktober 2nd, 2018

Satu Langkah Sampai Tujuan adalah Nyata, Langkah berikutnya adalah Harapan

Suatu hari saya akan pergi keluar kota dengan pengalaman yang ada dan melakukan perjalanan yang sama uang Rp. 50.000,- adalah cukup. Akhirnya saya pergi dengan uang Rp.50.000,- itu, uang ini bukan cash namun uang yang tersisa di ATM BCA saya. Posisi bensin motorku saat itu sudah tipis tapi saya yakin dengan posisi demikian dapat sampai ke posisi pom bensin terdekat, dan memang benar saya melewati banyak pom bensin namun satu kendalanya, uang di ATM ku belum bisa jadi tunai. Saat itu semua ATM yang saya singgahi isinya adalah pecahan Rp.100.000,- semua. Walau demikian dengan penuh keyakinan saya hanya fokus pada kondisi bahwa saya dapat menemukan ATM dengan pecahan Rp.50.000,- planning lainnya saya tidak pikirkan fokus saya hanya pada hal itu. Banyak ATM saya singgahi semua adalah pecahan Rp.100.000,-. Karena kondisi sudah tidak memungkinkan akhirnya saya membuat rencana dua bahwa saya harus merubah fokus saya dari ATM menjadi Pom Bensin. Perubahan fokus ini saya putuskan dengan pertimbangan bahwa semua ATM pecahannya semua Rp.100.000,- dan bensin pada motor saya sudah menyusut. Akhirnya diperjalanan selanjutnya saya menemukan pom bensin, namun ternyata diluar perkiraan selepas berganti pada rencana dua pom bensin yang saya singgahi persediaan BBM nya habis. Karena posisi jauh ke pom bensin berikutnya saya kembali lagi ke rencana 1. Saya jalani rencana 1 namun hasilnya tidak berubah semua ATM berisikan pecahan Rp.100.000,-. Bahkan ketika melakukan rencana alternatif keadaan semakin memburuk uang saya berkurang karena terpotong biaya administrasi ketika mencoba memakai ATM Bersama. Keadaan putus asa membuat pikiran tidak jernih malah melakukan hal yang sembrono. Lalu ke rencana 2 lagi dan hasilnya sama SPBU yang terkahir saya singgahi tutup karena persediaan BBM habis. Akhirnya motor saya kehabisan bensin dan saya harus mendorong motor saya ke Pom Bensin selanjutnya dengan harapan bisa bayar memakai ATM karena untuk uang kas saya tidak punya.

Ketika keadaan tidak mendukung karena kesalahan dari awal, rencana sebaik apapun akan tidak berlaku. Karena keadaan dimasa depan hanya milik Allah, dan hanya Dia yang tahu kita hanya bisa menjalani. Seberapa besar hebatnya kita, kita tidak bisa mengatur masa depan sebagaimana yang kita inginkan. Kita hanya bisa meminimalisir keaadaan yang serba tidak menentu dengan hanya mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, dengan harapan daoat mengatasinya dengan cepat. Karena dengan persiapan yang matang apapun rintangannya pasti dapat diselesaikan dengan baik.

Seandainya saya mengambil uang di ATM dekat rumah yang mana saya tahu ATM mana saja yang ada pecahan Rp.50.000,- lalu berikutnya saya isi bensin saya dengan penuh. Maka keadaan begini tidak akan terjadi. Langkah awal yang kita yakini pasti bisa, dengan sejuta pengalaman dan dilakukan dengan benar, itu merupakan langkah awal yang akan sampai pada titik yang nyata, dibandingkan saya memprediksi pada situasi lapangan yang saya sendiri tidak tahu kondisinya. Keberanian saja tidak cukup, karena perjalanan di depan penuh tantangan yang tidak terduga. Maka persiapkanlah dirimu ketika menghadapi sesuatu pada satu langkah berikutnya, ketika langkah pertama sudah berhasil anda gapai.(Tin).

Izin Prinsip

Bagi perusahaan yang sedang memulai sebuah usaha bidang apapun pasti didalam kepengurusannya diharuskan memiliki izin prinsip yang berkaitan dengan usahanya itu. Bagi perusahaan Penanaman Modal Asing atau Penanaman Modal Dalam Negeri pengurusannya memiliki tempat sendiri yaitu di Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT). Setiap provinsi memiliki Bidang Penanaman Modal yang memfasilitasi proses penanaman modal dan perijinannya. Untuk Provinsi Jawa Barat memiliki BPMPT sendiri dimana lokasinya terletak Jl. Sumatera No.50 Bandung.

Bagi perusahaan PMA maupun PMDN yang membutuhkan Izin Prinsip dalam menjalani usahanya berikut adalah hal yang harus disiapkan guna mewujudkan Izin Prinsip dimaksud agar dapat dikeluarkan oleh Pihak Terkait. Izin Prinsip ini memiliki dasar hukum yaitu Peraturan Kepala BKPM No.14 Tahun 2015. Waktu pengurusan adalah 7 hari kerja apabila semua persyaratan saat diterima sudah lengkap.

Dalam pengurusan Izin Prinsip, inilah dokumen perusahaan yang harus disiapkan.

1. Wajib mengisi Formolir Permohonan dengan cara diketik bukan dengan tulisan.

2. Lampirkan surat kuasa jika yang mengurus bukan langsung oleh pimpinan perusahaan. Surat kuasa harus diketik bukan ditulis tangan.

3. Peruasahaan harus sudah berbadan hukum.

4. Lampirkan Akta pendirian perusahaan beserta Akta perubahannya lengkap dengan SKnya.

5. Lampirkan Akta perubahan yang menyebutkan susunan pengurus dan pasrikan masa berlaku kepengurusan masih valid.

6. Fc. NPWP Perusahaan.

7. Lampirkan bukti diri pemegang saham yaitu berupa: KTP,NPWP Pribadi.

8. Untuk pemegang saham yang merupakan Badan Hukum Indonesia harus melampirkan Akta pendirian dan perubahannya lengkap dengan SK dari Menteri Hukum dan HAM.

5. Lampirkan Keterangan Rencana Kegiatan. Untuk Industri, yaitu berupa diagram alir produksi dilengkapi dengan penjelasan detail uraian proses produksi dari bahan baku ( dengan mencantumkan jenis bahan baku) hingga produksi akhir.

Demikianlah dokumen yang harus dipersiapkan dalam pengurusan proses perolehan Izin Prinsip. Sebelum disampaikan pastikan dokumen sudah lengkap. Apabila dokumen belum lengkap maka petugas BPMPT akan mengembalikannya dan disuruh terlebih dahulu melengkapinya. Setelah lengkap baru dapat kembali lagi. Petugas BPMPT sangat ramah dan tidak pelit informasi, ia akan memberikan catatan catatan atas kekurangan dokumen. Jangan malu untuk bertanya mereka akan melayani kita dengan baik.(Tin).