Hal-hal yang termuat dalam Persetujuan Leasing

image

Sewa Guna Usaha dalam Bahasa Indonesia atau Leasing dalam Bahasa Inggris memiliki arti yaitu sebuah kegiatan pembiayaan dengan menyediakan barang modal baik dengan hak opsi (Finance Lease) maupun tanpa hak opsi (Operating Lease) untuk digunakan oleh penyewa guna usaha (Lessee) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara angsuran. Adapun yang dimaksud Hak Opsi adalah  hak untuk membeli objek sewa guna usaha setelah berakhirnya perjanjian berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama.

Dalam Perjanjian Leasing ada dua pihak yang terikat dalam sebuah Perjanjian Leasing, yaitu Pihak Lessor dan Pihak Lessee.

Pihak Lessee adalah perorangan maupun badan Hukum yang memerlukan kendaraan untuk usahanya. Sementara yang dimaksud dengan  Pihak Lessor adalah pihak yang menyetujui pembelian kendaraan serta menyewakan kendaraan kepada Lessee secara sewa guna usaha baik dengan hak opsi ataupun tanpa hak opsi.

Setelah para Pihak setuju atas kedudukannya  masing-masing dan mengikatnya dalam sebuah perjanjian Sewa Guna Usaha maka kegiatan pembiayaan dimaksud dapat dijalankan. Selanjutnya Pihak Lessor  mengeluarkan pula  Surat Persetujuan  Leasing yang mengandung ketentuan-ketentuan yang haru dijalankan Pihak Lessee.  Inilah beberapa ketentuan yang terkandung didalamnya :

a.       Nama Lessor dan Nama Lessee

b.      No. Kontrak

c.       Penanda Kontrak Leasing (Harus ada Persetujuan Dewan Komisaris apabila badan hukum)

d.      Tipe Transaksi

e.      Barang Leasing

f.        Dealer / Suplier

g.       Jaminan

h.      Pajak dan Biaya lainnya

i.         Mata Uang

j.        Nilai Pembelian

k.       Simpanan Jaminan ( Biasanya 10%)

l.         Nilai Pembiayaan (90%)

m.    Masa Leasing

n.      Siklus Pembayaran

o.      Tingkat Suku Bunga

p.      Angsuran / Bulan

q.      Biaya Administrasi

r.        Biaya Notaris

s.       Asuransi Kendaraan

t.        Total Pembayaran Pertama dibayar ke Lessor, Total Pembayaran Pertama ke Supplier

u.      Batalnya Fasilitas Leasing

v.       Lain-lain

 Surat Persetujuan Leasing dimaksud ditandatangani oleh kedua belah pihak. Tidak ada salahnya untuk selalu mengecek apa yang tertulis dalam Surat Persetujuan Leasing apakah sudah benar sesuai kesepakatan atau berubah sepihak atau ada kesalahan pencantuman / human error. (Tin).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: