Penerapan Pasal 372 KUHP: Objek penggelapan harta warisan (masih dalam sengketa)

Bagus untuk disimak pembahasan tentang penggelapan harta warisan. Lengkapnya ini artikel dari blog tetangga.

Taufik Lubis

Menurut beberapa pihak, Pasal 372 KUHP sangat terang (jelas) untuk diterapkan kepada pelaku penggelapan atas barang milik orang lain dan tentu saja penerapannya akan sangat mudah apabila Korban (pemilik barang tersebut) benar-benar dapat menunjukkan hubungan kepemilikan atas objek penggelapan tersebut. Namun penerapan Pasal 327 KUHP ini akan menjadi sangat ‘diragukan’ apabila objek tersebut masih dalam sengketa harta warisan.

Penerapan Pasal 372 KUHP terhadap pelaku penggelapan bukanlah hal yang mudah apalagi telah disebutkan sebelumnya bahwa objek tersebut belum jelas atas kepemilikannya (masih diperebutkan dalam lembaga lain terkait dengan harta warisan). Sudah seharusnya, Pihak kepolisian tidak memproses lebih lanjut setiap laporan penggelapan yang mana apabila diketahui objek penggelapan (yang disangkakan) masih menjadi sengketa atas harta warisan. Bahkan dalam hal ini, pihak Kepolisian dapat menahan terlebih dahulu atas laporan Pasal 372 KUHAP berdasarkan Pasal 81 KUHP. Hal ini bertujuan untuk menentukan kejelasan siapa pemilik atas objek yang telah digelapkan.

Harta warisan merupakan harta yang kepemilikannya dapat…

Lihat pos aslinya 88 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: