RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BOGOR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

NOMOR 19 TAHUN 2008
TENTANG
RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BOGOR
TAHUN 2005-2025

Berdasarkan Perda No. 19 Tahun 1983 tentanga Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2005-2025 Pasal 2 mengatur bahwa Ruang lingkup Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor, mencakup :

a. asas, tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah;

b. rencana struktur dan pola ruang wilayah;

c. kawasan strategis;

d. rencana pemanfaatan ruang wilayah, yang meliputi rencana pengelolaan dan rencana pengembangan;

e. arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah; dan

f. hak, kewajiban dan peran serta masyarakat.

Dari aturan dimaksud maka Tata Ruang kabupaten Bogor telah diatur dan harus sesuai dengan aturan tersebut sehingga peruntukannya sesuai dengan yang seharusnya sehingga pembangunan tidak merusak  lingkungan sekitar.

Dalam Perda Kab. Bogor Tentang rencana Tata Ruang ini ditarur kawasan-kawasan yang seharusnya diperuntuka untuk itu dan tidak lain. Dibawah iini disebutkan kawasan-kawasan di kabupaten Bogor berdasarkan perutukannya sesuai Rencana tata Ruang.

A. Kawasan Hutan yang berfungsi Lindung (HL), terletak di sebagian :

1. Kecamatan Sukamakmur;

2. Kecamatan Pamijahan;

3. Kecamatan Nanggung;

4. Kecamatan Sukajaya;

5. Kecamatan Jasinga; dan

6. Kecamatan Cigudeg;

B. Kawasan Resapan Air, terletak di sebagian :

1. Kecamatan Nanggung;

2. Kecamatan Leuwiliang;

3. Kecamatan Leuwisadeng;

4. Kecamatan Pamijahan;

5. Kecamatan Tenjolaya;

6. Kecamatan Tamansari;

7. Kecamatan Klapa Nunggal;

8. Kecamatan Cisarua;

9. Kecamatan Ciawi;

10.Kecamatan Megamendung;

11.Kecamatan Caringin;

12.Kecamatan Cijeruk;

13.Kecamatan Cigombong;

14.Kecamatan Babakan Madang

15.Kecamatan Cariu;

16.Kecamatan Jonggol;

17.Kecamatan Sukamakmur; dan

18.Kecamatan Tanjungsari.
 

C. Kawasan suaka alam, adalah :

1. cagar alam Arca Domas di Kecamatan Megamendung;

2. cagar alam Dungus Iwul di Kecamatan Parung; dan

3. cagar alam Yanlapa di Kecamatan Rumpin.

D. Kawasan perlindungan plasma nutfah, meliputi :

a. Taman Safari Indonesia di Kecamatan Cisarua;

b. Taman Buah Mekarsari di Cileungsi; dan

c.  Gunung Salak Endah di Kecamatan Ciampea, Kecamatan Ciomas, dan Kecamatan Cibungbulang.

E.  Kawasan rawan konservasi geologi, adalah kawasan kars kelas I yang berfungsi sebagai perlindungan hidrologi dan ekologi, meliputi :

a. Gunung Kapur (Air Panas) di Kecamatan Ciseeng;

b. Gunung Cibodas di Kecamatan Ciampea; dan

c. Gunung Rengganis (Gua Gudawang) di Kecamatan Cigudeg.

F.  Kawasan rawan bencana alam, meliputi :

1. kawasan rawan letusan gunung api;

a. Gunung Salak di Kecamatan Cigombong, Kecamatan Cijeruk,

Kecamatan Tamansari, Kecamatan Tenjolaya, dan Kecamatan Pamijahan;

b. Gunung Gede Pangrango di Kecamatan Cisarua, Kecamatan
Megamendung, dan Kecamatan Caringin; dan

c. Gunung Halimun di Kecamatan Leuwiliang, Kecamatan Nanggung, dan Kecamatan Sukajaya.

 

2. kawasan rawan gempa, gerakan tanah, dan longsor.
Kawasan gerakan tanah tinggi, meliputi :

a. Kecamatan Nanggung;

b. Kecamatan Jasinga;

c. Kecamatan Cigudeg;

d. Kecamatan Sukajaya;

e. Kecamatan Pamijahan;

f. Kecamatan Leuwiliang;

g. Kecamatan Megamendung;

h. Kecamatan Citeureup;

i. Kecamatan Babakanmadang;

j. Kecamatan Klapanunggal;

k. Kecamatan Jonggol;

l. Kecamatan Sukamakmur; dan

m. Kecamatan Tanjungsari.

….. Bersambung untuk pengaturan kawasan lainnya…. Semoga membantu (Tin).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: