RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BOGOR (3)

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

NOMOR 19 TAHUN 2008
TENTANG
RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BOGOR
TAHUN 2005-2025

 …. sambungan dr judul yang sama part 2…

M. Kawasan perikanan, dikembangkan pada wilayah/kawasan yang secara teknis, sosial, dan ekonomi memiliki potensi untuk kegiatan perikanan, kolam air tenang, air deras, pembenihan, kolam ikan hias/aquarium, dan budidaya ikan di perairan umum, meliputi :

a. pengembangan kegiatan perikanan, terletak di sebagian :

1. Kecamatan Leuwiliang;

2. Kecamatan Pamijahan;

3. Kecamatan Cibungbulang;

4. Kecamatan Ciampea;

5. Kecamatan Dramaga;

6. Kecamatan Ciomas;

7. Kecamatan Kemang;

8. Kecamatan Parung;

9. Kecamatan Ciseeng;

10. Kecamatan Cibinong;

11. Kecamatan Sukaraja;

12. Kecamatan Ciawi;

13. Kecamatan Caringin;

14. Kecamatan Cijeruk;

15. Kecamatan Cigombong;

16. Kecamatan Cileungsi;

17. Kecamatan Jonggol;

18. Kecamatan Cariu; dan

19. Kecamatan Tanjungsari;
* pasar pengumpul dan pelelangan ikan air tawar dapat dibangun pada sentra  produksi ikan di Kecamatan Cibinong, Kecamatan Sukaraja, dan Kecamatan Ciseeng.

M.  Pemanfaatan kawasan pertambangan, meliputi :

a. pertambangan bahan galian golongan strategis;

b. pertambangan bahan galian golongan vital; dan

c. pertambangan bahan galian golongan di luar bahan galian golongan strategis dan bahan galian golongan vital (golongan C).

N. Pertambangan bahan galian golongan strategis, terletak di wilayah :

a. Kecamatan Jasinga;

b. Kecamatan Cariu; dan

c. Kecamatan Jonggol.

 

O. Pertambangan bahan galian golongan vital, terletak di wilayah :

a. Kecamatan Jasinga;

b. Kecamatan Cigudeg;

c. Kecamatan Rumpin;

d. Kecamatan Nanggung;

e. Kecamatan Sukajaya;

f. Kecamatan Sukamakmur;

g. Kecamatan Cariu; dan

h. Kecamatan Tanjungsari.

P.  Pertambangan bahan galian di luar bahan galian golongan strategis dan bahan galian golongan vital (golongan C), terletak di wilayah :

a. Kecamatan Tenjo;

b. Kecamatan Parungpanjang;

c. Kecamatan Jasinga;

d. Kecamatan Sukajaya;

e. Kecamatan Cigudeg;

f. Kecamatan Nanggung;

g. Kecamatan Rumpin;

h. Kecamatan Leuwiliang;

i. Kecamatan Leuwisadeng;

j. Kecamatan Citeureup;

k. Kecamatan Klapanunggal;

l. Kecamatan Sukamakmur;

m. Kecamatan Jonggol;

n. Kecamatan Cariu; dan

o. Kecamatan Tanjungsari.
 
Q.  Kawasan industri estate sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a,

terletak di sebagian :

a. Kecamatan Klapanunggal;

b. Kecamatan Cileungsi;

c. Kecamatan Cibinong;

d. Kecamatan Babakan Madang; dan

e. Kecamatan Citeureup.

R. Zona industri, terletak di sebagian :

a. Kecamatan Cibinong;

b. Kecamatan Jonggol;

c. Kecamatan Klapanunggal;

d. Kecamatan Cileungsi;

e. Kecamatan Gunung Putri;

f. Kecamatan Citeureup;

g. Kecamatan Gunungsindur;

h. Kecamatan Leuwiliang;

i. Kecamatan Jasinga; dan

j. Kecamatan Parungpanjang.

 

S. Sentra industri kecil, sebagian :

a. Kecamatan Leuwiliang;

b. Kecamatan Ciampea;

c. Kecamatan Cibungbulang;

d. Kecamatan Nanggung;

e. Kecamatan Parungpanjang

f. Kecamatan Ciomas;

g. Kecamatan Cibinong;

h. Kecamatan Gunung Sindur;

i. Kecamatan Ciawi;

j. Kecamatan Cisarua;

k. Kecamatan Cijeruk;

l. Kecamatan Parung; dan

m. Kecamatan Pamijahan.

T. Kawasan wisata alam, meliputi :

a. Taman Safari Indonesia, Wisata Agro Gunung Mas, Telaga Warna, Panorama Alam Riung Gunung, dan Curug Cilember di Kecamatan Cisarua;

b. Wanawisata Bodogol dan Taman Rekreasi Lido di Kecamatan Caringin;

c. Curug Nangka di Kecamatan Tamansari;

d. Kawah Ratu, Curug Cigamea, Curug Seribu, Curug Ngumpet, Air Panas Gunung Salak Endah, Air Panas Ciasmara, Air Panas
Gunungsari, Bumi Perkemahan Gunung Bunder, Bumi Perkemahan Pancasila, Telaga Ciputri, dan Panorama Alam Ciasihan di Kecamatan Pamijahan;

e. Air Panas Jugalajaya, Air Panas Kembang Kuning, Situ Cikadondong, Situ Jantungeun, Situ Wedana, dan Curug Bandung di Kecamatan Jasinga;

f. Bumi Perkemahan Sukamantri di Kecamatan Tamansari;

g. Arum Jeram Cianten di Kecamatan Leuwiliang;

h. Situ Rancabungur di Kecamatan Rancabungur;

i. Situ Tonjong dan Situ Kemuning di Kecamatan Bojong Gede;

j. Gua Gudawang di Kecamatan Cigudeg;

k. Situ Cikaret dan Situ Ciriung di Kecamatan Cibinong;

l. Air Panas Bojong Koneng, Wahana Wisata Gunung Pancar dan Kawah

Hitam di Kecamatan Babakanmadang;

m. Air Panas di Kecamatan Ciseeng;

n. Situ Gunung Putri dan Taman Rekreasi Gunung Putri Indah

di Kecamatan Gunung Putri;

o. Taman Buah Mekarsari di Kecamatan Cileungsi; dan

p. Penangkaran Rusa Giri Jaya di Kecamatan Tanjungsari.

U. Kawasan budaya, meliputi:

a. Desa Wisata, Tapak Kaki Gajah, dan Situs Megalit di Kecamatan Ciampea;

b. Prasasti Muara di Kecamatan Rumpin;

c. Tapak Kaki Purnawarman dan Prasasti Batu Tulis Ciaruteun
di Kecamatan Cibungbulang;

d. Kampung Adat di Kecamatan Cigudeg

e. Prasasti Batu Tulis Pasir Awi, Taman Budaya, Arca Wisnu, dan Arca Domas di Kecamatan Sukamakmur.

f. Taman Budaya di Kecamatan Cisarua;
 

V. Kawasan wisata minat khusus, meliputi:

a. Taman Safari Indonesia dan Wisata Agro Gunung Mas di Kecamatan Cisarua;

b. Goa Gudawang di Kecamatan Cigudeg; dan

c. Taman Buah Mekarsari di Kecamatan Cileungsi.

Q. Kawasan permukiman perkotaan kepadatan rendah (Pp 3) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf c merupakan kawasan permukiman perkotaan yang berada dalam kawasan lindung di luar kawasan hutan, yang diarahkan untuk hunian rendah sampai sangat rendah/jarang, merupakan bangunan tunggal, yang berorientasi terhadap lingkungannya (pertanian, peternakan dan perikanan, kehutanan, agrowisata dan pariwisata) melalui rekayasa teknologi dan serta bangunan yang tidak memiliki beban berat terhadap tanah, dengan penyebaran meliputi sebagian :

a. Kecamatan Sukaraja;

b. Kecamatan Citeureup;

c. Kecamatan Babakanmadang;

d. Kecamatan Jonggol;

e. Kecamatan Sukamakmur;

f. Kecamatan Cariu;

g. Kecamatan Tanjungsari;

h. Kecamatan Cigudeg;

i. Kecamatan Rumpin;

j. Kecamatan Nanggung;

k. Kecamatan Leuwisadeng;

l. Kecamatan Leuwiliang;

m. Kecamatan Cisarua;

n. Kecamatan Megamendung;

o. Kecamatan Ciawi;

p. Kecamatan Caringin; dan

q. Kecamatan Cijeruk.

R. Kawasan resapan air dan pengendali banjir, meliputi :

a. Kecamatan Cisarua;

b. Kecamatan Megamendung; dan

c. sebagian wilayah Kecamatan Ciawi.

S. Rencana pengelolaan kawasan strategis industri diarahkan untuk terselengaranya fungsi kawasan sebagai pusat kegiatan industri yang didukung oleh sistem jaringan dan terintegrasi dengan pusat–pusat hunian serta terhadap Pusat Kegiatan Nasional lainnya, meliputi :

a. Kecamatan Gunung Putri;

b. Kecamatan Citeureup;

c. Kecamatan Klapanunggal;

d. Kecamatan Cileungsi; dan

e. Kecamatan Jonggol.

T. Rencana pengelolaan kawasan strategis pertambangan, diarahkan untuk terselenggaranya kegiatan pertambangan dan pasca tambang yang meliputi :

a. Kecamatan Cigudeg;

b. Kecamatan Rumpin; dan

c. Kecamatan Nanggung;

U. Rencana pengelolaan kawasan strategis perbatasan, diarahkan untuk mengintegrasikan pemanfaatan ruang wilayah berbatasan sebagai daerah penyangga dengan pengembangan jasa sekunder, sistem jaringan dan system transportasi yang komplementer antara Kota Bogor dengan wilayah perbatasan meliputi sebagian wilayah:

a. Kecamatan Cibinong;

b. Kecamatan Ciomas;

c. Kecamatan Dramaga;

d. Kecamatan Kemang;

e. Kecamatan Bojonggede;

f. Kecamatan Sukaraja; dan

g. Kecamatan Ciawi.

artikel perihal pengaturan kawasan berdasarkan tata ruang kabupatem bogor selesai.(Tin).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: