Pembangunan Gedung

Dalam undang – undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dijelaskan bahwa bangunan gedung adalahwujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada

di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi

sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk

hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan

usaha,kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus. Pemilik

dari bangunan gedung adalah orang, badan hukum, kelompok

orang, atau perkumpulan, yang menurut hukum sah sebagai

pemilik bangunan Gedung. Bangunan gedung diselenggarakan

berlandaskan asas kemanfaatan, keselamatan, keseimbangan,

serta keserasian bangunan gedung dengan Lingkungannya.

Dalam Pasal 3 nya menyebutkan dan mengatur bahwa

pengaturan bangunan gedung bertujuan untuk : mewujudkan

bangunan gedung yang fungsional dan sesuai dengan tata

bangunan gedung yang serasi dan selaras dengan

lingkungannya; mewujudkan tertib penyelenggaraan bangunan

gedung yang menjamin keandalan teknis bangunan gedung dari

segi keselamatan, kesehatan,

kenyamanan, dan kemudahan; mewujudkan kepastian hukum

dalam penyelenggaraan bangunan gedung.

Adapun  BAB III UU ini mengatur perihal FUNGSI BANGUNAN

GEDUNG yang menyebutkan bahwa :

(1) Fungsi bangunan gedung meliputi fungsi hunian, keagamaan,

usaha, sosial dan budaya, serta fungsi khusus.

(2) Bangunan gedung fungsi hunian sebagaimana dimaksud dalam

ayat (1) meliputi bangunan untuk rumah tinggal tunggal, rumah tinggal deret, rumah susun, dan rumah tinggal sementara.

(3) Bangunan gedung fungsi keagamaan sebagaimana dimaksud

dalam ayat (1) meliputi masjid, gereja, pura, wihara, dan kelenteng.

(4) Bangunan gedung fungsi usaha sebagaimana dimaksud dalam

ayat (1) meliputi bangunan gedung untuk perkantoran,

perdagangan, perindustrian, perhotelan, wisata dan rekreasi,

terminal, dan Penyimpanan.

(5) Bangunan gedung fungsi sosial dan budaya sebagaimana

dimaksud dalam ayat (1) meliputi bangunan gedung untuk

pendidikan, kebudayaan, pelayanan kesehatan, laboratorium, 

dan pelayanan umum.

Fungsi bangunan gedung sebagaimana dimaksud diatas harus

sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam Peraturan

Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota.

Fungsi bangunan gedung ditetapkan oleh Pemerintah Daerah dan

dicantumkan dalam izin mendirikan bangunan. Apabila dikemudian

hari ada Perubahan fungsi bangunan gedung yang telah ditetapkan

sebagaimana  seharusnya maka perubahan tersebut harus

mendapatkan persetujuan dan penetapan kembali oleh Pemerintah

Daerah. Ketentuan mengenai tata cara penetapan dan perubahan

fungsi bangunan gedung diatur lebih lanjut dengan Peraturan

Pemerintah.

Jadi sebelum anda membuat atau membangun sebuah Gedung

sebaiknya anda harus melihat peruntukannya terlebih dahulu yaitu

mencari tahu bahwa benar peruntukan diwilayah yang akan anda

bangun Gedung adalah peruntukannya tepat untuk itu misalnya

peruntukannya boleh untuk pembangunan hotel. Apabila tidak

jangan sekali-kali memaksakan,karena akan bermasalah

dikemudian hari,sebaiknya disesuaikan atau mencari lahan lain

untuk pembangunan gedung sebagaimana program bisnis anda

yang seharusnnya.

Ini dilakukan sebagai tahapan awal sebelum anda melakukan

hal-hal atau tahapan selanjutnya. Komunikasi dengan Pemda

setempat harus dilakukan guna mencari tahu bahwa peruntukan

wilayah tersebut sudah sesuai atau malah tidak sesuai sama sekali

dengan rencana Tata Ruang Kota nya berkaitan dengan pembangunan Gedung yang akan anda dirikan. (Ag.Tin).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: