Satu Jiwa dari Dua Berbeda

Maaf jika terkadang aku berlebihan. Seperti tekanan udara yang mampu memecahkan telinga begitupun tekanan hidup ini memecahkan emosiku untuk teriak sekencang-kencangnya, memaki seburuk-buruknya walau tidak ada maksud kearah sana namun sepertinya semua terjadi begitu saja. Saya sering menyadari bahkan sering juga mengulangnya itulah mungkin yang membuat hidup ini tidak berubah berjalan ditempat. Kebaikanmu adalah kebaikan dari sudut pandangmu, pengorbananmu adalah pengorbanan sebenarnya saat kau menjalaninya, namun kadang aku melihat itu tidak ada apa-apa dan tidak berarti. Mungkin pengorbananmu ingin agar aku melihat dan kau mendengar pendapatku tentang itu, mungkin kebaikanmu itu menyentuh hatiku atau tidak kau ingin sekali mendengarya, karena mungkin aku bebal aku tidak pernah melakukannya untuk itu, untuk kamu, disni, saat ini, bahkan saat tubuh kita pada jarak terdekat sekalipun.
Aku sadar aku salah tapi terkadang kesalahan itu bukan di diriku tapi pada dirimu. Satu jiwa harus terbentuk dari dua kepribadian, dua pemikiran, dua latar belakang yang berbeda. Bertumpu pada kekuatan masing-masing membuat ego semakin menggelembung mendorong gelembung yang satu pada gelembung yang lain. Semoga tidak pecah dan membuat berantakan dan harus mengulang semuanya dari nol. Berdua menjadi satu sungguh luar biasa perlu pemikiran sempurna dari seorang manusia.

Tinoess

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: