Cerita Seorang Teman (1)

“Lebih baik melayani daripada dilayani” seorang teman berkata. Satu tarikan nafas panjang kemudian ia bercerita kembali : “Aku terkadang harus mengerjakan semua pekerjaan ini sendiri, ketika anggota memerlukan barang / sesuatu yang ia butuhkan aku harus mencari sesuai pesanan dan harganya harus sesuai dengan apa yang sudah ia dengar sebelumnya, walau terkadang saya tidak tahu harga yang ia kasih itu benar atau tidak dipasaran. Kejujuran ku selalu diuji oleh sesuatu yang memang belum pasti, apakah mereka mengetahui sebelumnya atau tidak bahwa harga itu benar adanya dipasaran atau hanya sebagai alasan saja. Ketika aku mencarikan barang dan mendapatkannya dengan susah payah dan telah ditalangi terlebih dahulu untuk pembayarannya, saat yang sam ketika ditunjukan kepadanya terkadang ( tidak semua) ada yang bilang harganya terlalu mahal dank arena itu aku tidak jadi memesannya. Kesabaranku diuji juga, setelah menghabiskan sisa istirahat dengan menahan rasa lapar dan haus, hanya untuk mencarikan barang orang lain, ternyata balasannya tidak setimpal dan jauh dari dugaan. Kalau dipikir-pikir, aku tidak untung sama sekali, hanya saja saya memiliki tanggungjawab pada organisasi untuk melayani dan mengembangkannya sehinga jumlah anggota menjadi bertambah dan bertambah, dan semua sejahtera. Pernahkah terpikirkan oleh kamu? ketika lelah mencarikan barang dan bernego harga habis-habisan, penerimaan dari orang ybs tidak sesuai yang diharapkan, kekesalan memuncak dengan cepat, kamu bisa membayangkannya bukan?
Tapi untungnya selama ini saya bisa menjaga itu, saya hanya bisa berkata semua adalah anggotaku apapun kekesalan yang mereka pernah buat itu bagian dari tanggungjawabku, tidak ada alasan untuk aku mengeluh semua kujalani dengan iklas. Sebagai penyejuk hati aku hanya bisa menyenangkan diri sendiri, ketika menghadapi kekecewaan; aku selalu menghargai apa yang telah saya sendiri buat, saya selalu mencintai diri saya apa adanya, dan saya selalu bilang pada diri saya sendiri, Lihat Rang apa yang telah kamu buat? Berapa anggota sebelum kamu terjun menjadi ketua koperasi? Lihat sekarang jumlah anggota koperasimu sudah berkembang menjadi 150 dari 5 orang, bayangkan berapa kali lipat, itulah hasil kerja keras yang tidak pernah melihatnya sebagai suatu yang sia-sia.
Itulah Nus cerita kecil di dunia yang sekarang aku jalani dalam dunia kecil yang penuh warna. Jangan mengeluh sobat ketika kamu masih bisa menikmati hidup ini dengan senyuman”.
“Terima kasih pa ceritanya” sahutku cepat.

Tinoess

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: