Ketentuan Pph Pasal 26

Sebagai petunjuk pelaksanaan ketentuan pasal 26 ayat (2) tersebut, pada tanggal 22 April 2009 Menteri Keuangan telah menerbitkan Peraturan menteri Keuangan nomor PMK-82/PMK.03/2009 yang mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan
Dasar hukum Jenis Penghasilan Tarif dan dasar pengenaan PPh
Pasal 26 ayat (1) UU PPh
Tax Treaty masing-masing negara a. dividen;
b. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang;
c. royalti, sewa, dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;
d. imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan;
e. hadiah dan penghargaan;
f. pensiun dan pembayaran berkala lainnya;
g. premi swap dan transaksi lindung nilai lainnya; dan/atau
h. keuntungan karena pembebasan utang. Tarif : 20% atau sesuai tax treaty *
DPP = Jumlah Bruto
Tarif Efektif = 20% x Jumlah Bruto
Pasal 26 ayat (2) UU PPh
PMK-82 /PMK.03/ 2009
Tax Treaty masing-masing negara
-KMK-434/KMK.04/ 1999 Penghasilan dari penjualan atau pengalihan harta di Indonesia, kecuali yang diatur dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh, yg terdiri dari :
• Perhiasan mewah;
• Berlian;
• Emas;
• Intan;
• Jam tangan mewah;
• Barang antik;
• Lukisan;
• Mobil;
• Kapal pesiar; dan/atau
• Pesawat terbang ringan
Kecuali yang diterima/diperoleh oleh WPOP Luar Negeri yang nilainya tidak melebihi Rp 10.000.000 (Sepuluh juta rupiah) untuk setiap transaksi
Penghasilan dari penjualan saham di dalam negeri yang diperoleh atau diterima WPLN Tarif = 20% dari perkiraan penghasilan neto
Perkiraan penghasilan neto = 25% x harga jual
Tarif efektif = 5% x harga jual
tax treaty applied *)
Pasal 26 ayat (2) UU PPh
KMK -624/ KMK.04/1994
TaxTreaty masing-masing negara Premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi di luar negeri :
4. atas premi dibayar tertanggung kepada perusahaan asuransi di luar negeri baik secara langsung maupun melalui pialang, sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah premi yang dibayar;
5. atas premi yang dibayar oleh perusahaan asuransi yang berkedudukan di Indonesia kepada perusahaan asuransi di luar negeri baik secara langsung maupun melalui pialang, sebesar 10% (sepuluh persen) dari jumlah premi yang dibayar;
6. atas premi yang dibayar oleh perusahaan reasuransi yang berkedudukan di Indonesia kepada perusahaan asuransi di luar negeri baik secara langsung maupun melalui pialang, sebesar 5% (lima persen) dari jumlah premi yang dibayar. Tarif = 20% dari perkiraan penghasilan neto
Perkiraan penghasilan neto :
2. 50% dari jumlah premi yang dibayar;
b. 10% dari jumlah premi yang dibayar;
2. 5% dari jumlah premi yang dibayar.
Tarif efektif :
– 10% dari Premi dibayar oleh tertanggung
– 2% dari premi yang dibayar oleh perusahaan asuransi
– 1% dari pemi yang dibayar oleh perusahaan re-asuransi

Pasal 26 ayat (2a)
PMK-258/ PMK.03/2008
Tax Treaty masing-masing negara Penghasilan dari penjualan atau pengalihan saham sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3c) UU PPh Tarif = 20% (dua puluh persen) dari perkiraan penghasilan neto
Perkiraan penghasilan neto = 25% x harga jual
Tarif efektif = 5% dari harga jual
tax treaty applied *)
Pasal 26 ayat (4)
PMK-257/ PMK.03/2008
Tax Treaty masing-masing negara Penghasilan Kena Pajak sesudah dikurangi pajak dari suatu bentuk usaha tetap di Indonesia Tarif : 20% (dua puluh persen) dari Penghasilan kena pajak sesudah dikurangi Pajak
Atau sesuai tax treaty

Tarif PPh pasal 26 ayat (2) * Besarnya perkiraan penghasilan neto adalah 25% dari harga jual, sehingga tariff efektif PPh 26 adalah 5% dari harga jual.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: