“Gunakan Sisa Waktumu untuk Jalani Hari Indahmu”

Ketika kita memiliki masalah sepertinya tidak ada jalan keluar, kadang kita sudah terlalu lelah untuk keluar akhirnya kita menyerah. Anda mungkin sudah membayangkan masalah yang pernah anda dapatkan lalu tidak terselesaikan, dan akhirnya memang anda menyerah.
Sahabat ku memiliki masalah yang rumit di keluarganya, dia pada akhirnya ingin menyerah namun belum, dia masih bimbang untuk memutus. Dari masalah yang teruarai banyak hal-hal yang membuat kita sensitive untuk menanggapainya karena sisi kemanuasian kita yang selalu tertarik ketika orang memiliki masalah dan kita ingin menolongnya.
Berjalannya waktu dan kehangatan bincang-bincang ada bebarapa hal yang cukup menarik yang saya mungkin termasuk anda bisa menggarisbawahinya. Inilah hal yang terurai yang membuat saya tertarik, tapi tidak tahu kalau anda?

 “Gunakan sisa waktumu untuk jalani hari indahmu”

 “Diujung sana ada jalan lain yang tidak akan terlihat sebelumnya, asal kita komit dari awal bahwa keputusan yang kita buat itu tidak akan pernah disesali, maka jalan tersebut berlahan-lahan akan tampak jelas dan menuju pada hal yang kita harapkan indah”.
“Harus melihat kedepan dan tidak melihat lagi kebelakang karena ketika dilakukan tangisan akan terus mengalir dan harapan tidak akan lagi jelas”.

 “Tinggalkan dia, dan lihatlah apa dia sanggup berlabuh dengan kapal barunya serta lihat juga apakah nahkodanya sanggup mengambil sebuah keputusan untuk mengambil alih tempat yang dulu telah menjadi tempatmu dan melakukan tugas yang pernah kamu lakukan. Jika sanggup kamu tinggal diam dan melihat mana yang lebih baik sebenarnya. Jika memang ia lebih baik sudah sepantasnya kau berkorban untuk itu karena mungkin selama ini kau penghalang kebahagiannya. Jika ia tidak lebih baik maka bersiaplah untuk menertawakannya karena ia telah menyia-nyiakan seorang nahkoda yang sanggup membawa ia kedunia indah yang tidak akan ditemui dengan nahkoda lain.

 Masih panjang perjalanan, apabila sudah tidak mampu dengan berbagai upaya cobalah merenung dan cobalah berpikir apa sudah sepantasnya keputusan terbesar dalam hidup ini dibuat, karena waktu tidak pernah kembali. Waktu yang didepan itulah yang harus dipikirkan, seandainya harus ditinggalkan tinggakanlah rintislah kehidupan baru tanpanya yang mana sebelumnya harus kamu yakini bahwa itu akan berubah menjadi lebih baik dan bukan menjadi lebih buruk.

Sebuah keputusan besar memang memerlukan pemikiran yang besar dan hati yang lapang.

Dipersembahkan kepada sahabat yang sedang galau mengambil sebuah keputusan.

Tinoess

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: