Ia Menangis

Sejenak kuterdiam
Merunut akar hati
Yang sempat mati
Sebelum tengah malam

Akar tidak semua mati
Tapi darah mendidih
Dalam bakaran api
Menciptakan amarah

Aku berteriak punya hati
Ia tidak melihat
Masih tersisa selidi
Ia menangis

Ia berteriak bunuh aku
Aku korban matinya hati
Tidak ada yang tersisa untukku
Mata hatimu mati

Amarah ini bernadi
Hidup tanpa jiwa
Gumpalan nafsu duniawi
Bergulung diangkasa

Kumatikan nadi amarah ini
Ia sudah menangis
Kupulihkan akar yang mati
Ia sudah membisu

Awan sudah menjadi hujan
Mendung sudah menjadi badai
Tersalin dalam tulisan
Sang gelap yang terurai

Harusnya kurawat
Jangan biarkan diantaranya mati
Jiwa belum kuat
Matilah sebagian

Kupilihkan sebagian akarku
Kuhapuskan marahku
Tidak seharusnya ada lagi Murka
Tidak seharusnya ada lagi luka

Kusembuhkan hati yang mati
Jangan terulang dua kali
Jangan kembali
Jangan terjadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: