Jangan Terlalu Banyak Berharap Nanti Kamu Kecewa

Sekumpulan pengamen menunjukan kebolehannya di sebuah bis kota jurusan Tangerang – Jakarta. Berbagai lagu di bawakan tetapi seperti biasa maksimal 3 lagu yang dapat ia bawakan, mungkin sudah mereka pertimbangkan dengan waktu keberangkatan bisnya.
Dalam group tersebut yang waktu itu saya lihat 3 orang, mereka berbagi peranan didalamnya dan sepertinya itu sudah baku dan sudah begitu seharusnya. Dua orang memegang gitar yang satu untuk melodinya yang satu untuk ritemnya, satu orang sisanya ia sebagai vokalis merangkap yang cuap-cuap menyampaikan prolog sebelum pentas lagu diatas bis. Dari ketiga orang tersebut saya memperhatikan satu orang yang itu yang cuap-cuap. Dalam menyapaikan sesuatu sepertinya mengalir begitu saja tanpa ada beban apakah perkataannya bisa dipertanggungjawabkan, atau menyinggung orang atau lain sebagainya. Tapi mungkin itulah dunianya dunia yang tidak perlu banyak dipikirkan tapi untuk dinikmati sepenuhnya setidaknya untuk diri dia sendiri atau komunitasnya. Rangkaian kata terus mengalir seolah dia seorang penyair professional dengan kandungan makna yang lumayan berarti, tapi dimanakah ia menemukannya, apakah cukup dari pengalaman sehari-harinya. Aku coba perhatikan setiap kata-katanya banyak yang menarik walau mungkin sebagian orang di bis tidak memikirkannya atau bahkan tidak mendengarnya. Apa sih yang berarti yang bisa disampaikan oleh seorang pengamen mungkin sebagaian penumpang bis berpikir demikian tapi bagi diriku saat itu tidak sama sekali, banyak hal yang ia katakan yang menendang hati. Salah satu yang menarik adalah ketika ia berkata pada seorang penumpang saat ia meminta uang receh atas penampilannya, ia berkata : “Anda jangan Terlalu banyak Berharap Nanti Anda Kecewa”. Entah komunikasi apa yang terjalin diantara mereka tetapi kata-kata itu cukup menarik buat saya. Dari penampilannya yang seadanya tetapi ia sanggup berkata demikian yang menurut saya punya arti tersendiri atau malah bahkan refleksi dari apa yang ia dapatkan selama ini di jalanan.
Seandainya itu sebuah refleksi hidup mungkin apa yang ia lakukan adalah gambarannya.

– Ketika pekerjaan susah karena situasi dan kondisi yang sudah ia bawa ia tidak terlalu banyak memaksakan untuk mendapatkannya tetapi ia mencoba realistis apa yang bisa ia dapatkan ia dapatkan dan mungkin mengamen adalah salah satunya.
– Ketika ia memaksakan mendapatkan sesuatu, namun tidak sesuai dengan keadaan yang ia miliki mungkin bagi dia itu hanya proses berjalan ditempat tanpa menghasilkan sesuatu, dan ia tidak berharap disitu karena mungkin kekecewaan hasilnya.
– Ketika orang mengumpatnya dengan mengatakan : “Bisanya Cuma ngamen”, tapi mungkin bagi mereka itulah harapan yang masuk akal yang bisa dia capai tanpa harus banyak berangan mendapatkan sesuatu yang tidak jelas.
– Ketika perut lapar, kebutuhan pribadi kita sebagai manusia timbul harapan satu-satunya adalah mencari penghasilan dan menurut mereka mungkin mengamenlah harapan yang tidak akan begitu mengecewakan bagi mereka.
– Ketika suatu harapan dari mereka memungkinkan terjadi untuk sesuatu yang lebih baik mungkin mereka akan mengambil itu, karena setiap manusia punya harapan yang sama pada dasarnya harapan yang jauh lebih baik dari apa yang kita alami sekarang.

Setiap harapan pada setiap orang berbeda-beda tapi mungkin ada baiknya mengukur sebuah pengharapan. Namun apapun itu maksudnya ( Kalimat diatas ) setidaknya kita bisa berpikir bahwa siapapun yang mengatakan hal-hal yang luar bisa tidak salahnya untuk direnungkan siapapun itu dirinya.

Tinoess.

2 responses to this post.

  1. Posted by Gabriel on Oktober 8, 2010 at 10:13 am

    Saat kau berharap keramahan hati tak pernah kau dapat….., ya sudahlah….
    Ketika mimpimu yang begitu indah tak pernah terwujud….., ya sudahlah…
    mungkin itu yang bisa menggabarkan secara gamblang tentang JANGAN BANYAK TERLALU BERHARAP NANTI KAMU KECEWA….
    jadi apa yang harus kita lakukan….??????
    berpasrah….???
    tidak juga kan….
    memang judul diatas menggambarkan bahwa kita harus berpasrah…, tapi bukan itu saja mungkin berpasrah dan berjuang itu juga akan lebih baik…, karena dalam kepasrahan kita masih mau bertekad untuk terus berusaha sampai titik darah penghabisan hidup kita…..
    Terus berusaha menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik untuk diri kita sendiri bukan untuk orang lain…, mulailah segala sesuatunya dari diri kita sendiri…
    terus berjuang yach…..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: