Sebuah Motivasi Untukmu

• Jangan menangisi sesuatu yang sudah hilang, jangan menangisi sesuatu yang hilang dari tangan. Namun, menangislah bila iman telah hilang dari hati, karena berarti telah hilang sumber kebahagiaan.

• Orang yang mampu bertahan dalam suatu krisis dengan baik adalah mereka yang secara aktif terus mencari pemecahan, haus dengan informasi apa saja yang bisa membantu. Mereka tidak mau menyalahkan diri sendiri dan orang lain.

• Mungkin saat ini kondisi yang anda alami sangat sulit, namun beberapa tahun lagi saat ilmu bertambah, masalah yang anda alami adalah masalah kecil. Dengan bersikap, berbuat, berfikir, trus belajar & bergaul dengan orang-orang yang lebih pintar, lebih tua, Insya Allah anda akan menjadi lebih matang, dewasa secara emosi dan lebih bijaksana.

• Bersabarlah akan datangnya pertolongan Allah. Meski banyak persoalan menghalangi jalan yang sedang kita tempuh. Sesungguhnya pertolongan akan datang setelah kesabaran, kelapangan akan datang setelah kesempitan, dan kemudahan akan datang sesudah kesulitan.

• Cepat atau lambatnya pertolongan Allah tergantung pada kita sendiri. Oleh karena itu kitapun harus aktif menjemput pertolongan itu. Caranya dengan melakukan perubahan diri, meningkatkan kemampuan diri, selalu taat dan ingat pada-Nya.

• Janganlah merasa sedih atas suatu musibah. Biasakan untuk melihat sisi positif yang ada dibalik setiap musibah. Siapa saja yang tetap beriman saat terkena musibah dan kesulitan di dunia akan mendapat balasan yang sempurna di akhirat nanti.

• Semakin tinggi kedudukan, semakin tinggi pula masalah yang dihadapi. Proses menaklukkan perjuangan itu adalah hidup. Bila kita melihat hidup ini sebagai rangkaian tantangan, maka setiap masalah yang kita hadapi akan kita lihat sebagai kesempatan untuk berkembang.

• Jangan sampai masalah kecil hancurkan hidup kita. Seringkali kita terpaku pada masalah-masalah kecil dan terlalu membesar-besarkannya. Jangan takut dengan penderitaan dan jangan khawatir dengan kesengsaraan, karena terkadang penderitaan itu justru memberikan kekuatan pada kita untuk mencapai hidup bahagia.

• Cobaan berbanding lurus dengan cita-cita. Semakin besar cita-cita, semakin besar pula cobaannya. Seorang mukmin diberikan cobaan-ujian, agar mentalnya menjadi kuat, bukan sebagai siksaan. Cobaan hadir saat kita senang, juga saat kita susah. Segala cobaan itu ada batasnya disisi Alllah. Jangan memaki, karena satu kata yang lmengalir dari lidah, dapat membinasakan anda sendiri. Luka pada badan bisa mudah sembuh, tetapi luka di hati sulit sembuh. Hati-hatilalah dengan lidah kita.

• Kita harus hati2 terhadap bujukan orang lain untuk berbuat dosa, ketika sebuah hal yang kita inginkan tidak tercapai atau ketika sebuah peristiwa yang tidak kita inginkan terjadi. Biasanya orang yang sedang mengalami kesulitan atau putus asa, mudah tergoda untuk melakukan dosa. Ingatlah, dosa sekecil apapun adalah perkara yang sangat besar di mata Allah.

• Janganlah merasa aman dengan kesenangan, karena bisa saja ia menimbulkan kemudaratan. Janganlah merasa putus asa dengan kesulitan, karena bisa jadi akan mendatangkan kesenangan. Suatu peristiwa yang kita anggap buruk saat ini, belum tentu buruk di masa depan.

• Jika kita menginginkan hidup tenang dan tidak terguncang oleh badai kehidupan dengan keberanian dan keteguhan, maka kita tidak akan gentar. Kegembiraan hati adalah salah satu nikmat yang luar biasa besar dalam hidup manusia. Dalam hati yang gembira terpancar ketenangan hati dan kestabilan emosi.

• Pikiran kita bagaikan magnet ampuh untuk mengundang segala sesuatu yang kita pikirkan untuk terwujud. Jika kita memusatkan pikiran pada kegagalan, pasti akan mengundang datangnya kegagalan. Sebaliknya jika memusatkan pikiran untuk meraih sukses, pasti sukseslah yang akan kita temui.

• Orang beriman merasa aman dan nyaman, karena tahu Allah tidak akan membebani mereka melebihi apa yang dapat mereka tanggung. Tak peduli betapapun berat penderitaan, mereka berusaha untuk menunjukkan sikap berserah diri kepada Allah.

• Semakin kita meningkatkan keimanan kepada Allah sama dengan meningkatkan kekuatan pada diri kita. Salah satu tanda iman dan takwa adalah tidak kecewa terhadap apapun yang terjadi dalam kehidupan ini. Orang yang beriman adalah orang yang selalu berpikir positif. Karena jika kita berpikir negative, kita akan alami kebingungan dan kesedihan. Sebaliknya jika kita tetap tenang dan mau tetap berpegang teguh pada Allah disetiap keadaan, tentu kita akan mendapatkan perlindungan dan pertolongan-Nya.

• Di depan masih terbuka kesempatan, masih ada harapan cerah dan masa depan yang gemilang. Kesulitan yang kita alami pasti ada jalan keluarnya. Bila kita merasa jalan menjadi buntu, mungkin karena kita belum menggunakan akal & pikiran kita secara maksimal.

• Selama kita masih bernafas dan jantung masih berdetak, jalan keluar selalu ada. Pasti datang pertolongan Allah, saat ujian dan kesulitan mencapai titik puncaknya. Karena akhir dari kegelapan malam adalah munculnya sinar matahari di pagi hari.

• Yang membedakan orang sukses dan yang tidak sukses adalah dia mau kembali bangkit dan mencoba lagi. Kita disebut muslim yang tangguh, bila mampu arungi lautan kehidupan yang bergelombang. Selalu sabar atas segala sesuatu yang tidak kita inginkan dan bersyukur dengan apa yang telah terjadi.

• “ Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan memudahkan urusannya; menjadikan kekayaan hati dan dunia akan datang kepadanya dengan mudah”. “ Siapa yang menjadikan keinginannya menjadi satu yaitu hanya menginkan kebahagiaan akhirat, maka Allah akan mencukupkan keinginan dunianya “ (Sabda Rasulullah).

• Allah mempunyai kehendak dan rencana yang pasti lebih baik daripada setiap rencana yang dibuat manusia. Mungkin menurut Allah, kalau saat itu kita berhasil, kita akan menjadi orang yang takabur/orang yang tidak bersyukur. Mungkin keimanan dan ketaqwaan kita berkurang. Dengan kegagalan, Allah mengingatkan kita untuk selalu meningkatkan amal soleh.

• Jadikanlah kegagalan sebagai batu loncatan yang mendorong kita untuk berusaha lebih keras dan menjadi rendah hati. Dari semua kegagalan yang terjadi, kita harus tetap berpikir positif dan dapat mengambil hikmahnya/pelajaran. Hindari mencari kambing hitam atau menyalahkan orang lain, agar kita dapat mengambil pelajaran dari kegagalan tsb.

• Siapa yang menolong orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan menolong orang tersebut. Senang memberi tidak hanya disukai oleh Allah tetapi juga oleh manusia. Kalau kita ingin disenangi dalam pergaulan, kita harus memulainya dengan memberikan bantuan dan kepedulian kepada orang lain. Ketika kita memberi seseorang suatu kebaikan, jangan pernah memikirkan imbalannya. Percayalah menolong orang lain sama dengan menolong diri sendiri.

• Orang yang baik budinya sadar bahwa kesuksesan dan kebahagiaan baru dapat dicapai, kalau dia membuat orang lain senang, menang & bahagia. Hanya dengan cara itulah, kemenangan jangka panjang dapat diraih.

• Salah satu amalan yang bis membuka pintu pertolongan Allah adalah Istighfar/mohon ampun. “ Barang siapa memperbanyak istighfar, Allah akan melegakan tiap-tiap kegundahan mereka, melepaskan tiap-tiap kesempitan mereka dan memberinya rezeki secara tak terduga “ (Sabda Rasulullah – HR. Abu Daud).

• Kalbu yang bersih adalah kalbu yang tidak mengandung syirik, tipu daya, dengki dan iri hati di dalamnya. Berhentilah dari merenungi dosa, tetapi renungilah sifat yang baik sebagai gantinya.

• Kasihanilah orang-orang yang lemah, maka anda akan bahagia. Bantulah orang-orang yang membutuhkan pertolongan, maka anda akan merasa puas. Redamlah emosi anda, maka anda akan selamat. Anda tidak akan mencari-cari kesalahan orang lain, mengumpat mereka, dan melupakan kekurangan yang ada pada diri sendiri.

• Bersikaplah optimis, maka Allah akan beserta kita; Para malaikat akan memohonkan ampunan buat kita dan surga siap menanti kedatangan kita. Hapuslah air mata dengan berbaik sangka kepada Allah. Usirlah semua kesusahan dan kesedihan dengan mengingat nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kita.

• Anda tahu bahwa anda di puncak sukses, kalau anda dipenuhi dengan iman, harapan dan kasih, serta hidup tanpa marah, serakah, rasa bersalah, iri hati atau keinginan menuntut balas. Anda tahu bahwa sukses tidak membuat anda menjadi sombong, dan kegagalan tidak membuat anda hancur. Anda bersahabat dengan masa lalu, berfokus pada masa sekarang dan optimis dengan masa depan.

• Anda bisa curahkan semua penderitaan anda, pada mereka yang mau meringankan beban anda dengan pikiran dan nasehat mereka, yang dapat mendatangkan kebahagiaan buat diri anda. Jangan biarkan ada sisi gelap dalam kehidupan anda, karena cahaya itu sudah ada dan anda hanya perlu menekan tombolnya untuk meneranginya.

• Jika kesulitan datang menerpa dan kesulitan bertumpang tindih menghimpit anda, ucapkanlah “ Laa ilaaha illaallooh “. Persiapkanlah diri anda untuk mengantisipasi hal-hal yang paling buruk, agar anda selalu merasa baik.

• Belilah dengan uang anda, doa orang-orang fakir dan kecintaan orang-orang miskin. Hapuslah air mata anak yatim, agar anda meraih ridha Tuhan Yang Maha Pemurah dan menempati surga-Nya. Memang kita memerlukan harta untuk hidup, tetapi bukan berarti kita hidup demi harta.

(compiled by sundari, special for EM, March 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: