Demikiankah Adanya?

Sepertinya banyak ganjalan dalam hidup ini setidaknya itu yang saya rasakan. Setiap ide yang saya punya tidak pernah saya laksanakan tertutup sebelum melangkah seolah-olah demikian adanya padahal tidak demikian seharusnya. Sepertinya hidupku telah tua semangatnya sebelum menjadi tua, berhenti melangkah sebelum melangkah karena sudah merasa lelah, dan terlalu dini untuk istirahat menikmati kenikmatan yang ada. Saya belum memiliki apa-apa di usia menjelang 30 ini, sementara sekian banyak orang sebelum umur 30 menghampirinya, telah menggapai kesuksesan dan tidak lelah terus belajar menuju kesuksesan. Iri memang tapi iri bukan solusi tanpa tindakan. Iri tidak selalu negative menurut saya, ketika iri dapat merubah jalan hidup menuju lebih baik belajar dari keberhasilan seseorang menyamainya bahkan melebihnya itu merupakan factor positifnya namun tetap saja selalu negative, mungkin ada nama lain untuknya?

Belakangan ini banyak ide dan pemikiran yang saya coba sharing dengan teman ataupun saudara namun mereka sepertinya melihat itu hanya omongan saja dan terkadang saya merasakannya juga karena belum ada tindakan. Saya terkadang melakukan pembenaran bahwa ide memang harus dibicarakan agar semua tahu dan menjadi satu visi atas apa yang aku bayangkan, namun disisi lain benar juga pemikiran tanpa tindakan itu hanya sebatas pembicaraan belum akan menjadikan sesuatu apalagi menjadi senbuah kenyataan dari sebuah bayangan, khayalan / imaginasi.

Hatiku selalu resah ketika memimpikan dapat memiliki usaha sendiri karena selama ini saya bekerja untuk menjalankan bisnis orang lain, jika tidak cukup berpikir dan tersadar serta melaksanakan tindakan dengan cepat mungkin itu berlaku selamanya. Sepertinya pemikiran tersebut seakan-akan tidak mensyukuri keadaaan dalam kenyataan yang sedang dijalani sekarang ini yaitu memiliki pekerjaan.

Kesadaran untuk memulai usaha sendiri itu ada, namun bertindak untuk mewujudkannya tidak semudah seperti apa yang diucapakan. Saya pernah menawarkan dan berdialog dengan teman Perihal usaha. Saya mencoba mengajukan suatu pertanyaan untuk memulai pembicaraan “Mari kita bangun usaha bersama”, ia menjawab dengan cepat “Hai temanku modal apa yang sudah kamu punya? sudahkan kamu tahu tempat untuk kamu melaksanakan usaha tersebut?” Saya terdiam dan merenung tanpa menjawab lalu saya bertanya kembali kamu lebih tertarik kemana bekerja atau memiliki usaha sendiri? Lalu ia berkata “Temanku aku tidak memiliki jawaban dan pilihan atas kedua-duanya karena kedua-duanya hanyalah pendukung, ketika kita menjalini hidup ini dengan benar semua pendukung itu akan menghampiri kita dan kita akan sanggup menjalaninya. Saat itu saya tidak puas dengan jawabanya dengan kekuatan pemikiran sendiri lalu saya mengeluarkan pendapat “Bukankah untuk mendekati semua factor pendukung kita harus melakukan ihktiar” dengan bijaksana ia menjawab “Mari kita cari bersama-sama jawabannya”. Semua dialog diatas masih terpikir sampai saat ini, benarkah demikian?

 

 

Ungkapan kegundahan hati.

 

Tinoess’09

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: