Perjalanan Dari Stasiun Nambo

image

Mohon untuk berdiri dibelakang tulisan Batas Aman pada garis kuning ketika KA datang.Gerbong pertama dan terakhir diutamakan untuk wanita,dahulukan penumpang yang turun, begitulah yang disampaikan petugas informasi melalui pengeras suara saat menunggu KA di stasium Nambo. Saat memasuki stasiun ini mulai dari gerbang depan sampai masuk cukup terjaga kebersihannya membuat nyaman pengguna layanan KRL. Petugas cukup ramah dalam menyambut penumpang, memberikan penjelasan dengan baik ketika ada penumpang yang bertanya seputar jadwal atau rute perjalanan. Bagi penumpang yang membawa kendaran roda dua dan empat ada tempat penitipan kendaraan tidak jauh dari stasiun Nambo, untuk penitipan motor Rp.4.000,- seharian.
Tarif Commuterline dari Stasiun Nambo menuju Stasiun Depok baru dikenakan tarif Rp.3.000,-, bagi penumpang yg tidak memiliki kartu Flazz dan/atau kartu lainnya untuk melakukan Transaksi di Stasiun dikenakan biaya jaminan kartu sebesar Rp.10.000,- jaminan tersebut akan dikembalikan ketika anda pulang.
Ketika anda melakukan perjalanan dengan KA selalu biasakan untuk mendengar dan mematuhi segala aturan dan ketentuan yang disampaikan petugas informasi melalui pengeras suara.
Jadwal keberangkatan dari stasiun Nambo untuk pagi hari berangkat pkl.08.53, pastikan anda datang sesuai jadwal karena jadwal berikutnya ada lagi siang cukup lama jika menunggu.

image

Pastikan selalu barang bawaan tidak tertinggal dan perhatikan anak anda jika melakukan perjalanan bersama keluarga. Pengguna Commuterline dari St. Nambo cukup banyak peminatnya. Dari pengalaman menggunakan KA dari St. Nambo untuk yang pertama kesan cukup aman dan aman.
Dari perjalanan menggunakan KA dari St. Nambo menuju Depok Baru tidak pas jika tidak mengabadikan lokasi baru pertama dikunjungi. Berikut foto yang saya ambil dalam perjalanan ini.

image

image

image

image

image

image

E-Claim JHT

Bagi anda yang sudah mengundurkan diri sebelum usia pensiun. Hal- hal dalam artikel ini bisa menjadi informasi jika anda ingin mencairkan uang JHT anda.
Sekarang ini pengajuan klaim JHT dapat dilakukan/sudah disarankan untuk menggunakan Electronic Claim (E-Claim).
Penggunaan E-Claim dapat dilakukan dengan cara sbb:
1. Lakukan regristasi melalui web http://www.bpjstenagakerjaan.co.id/, pilih menu electronic service lalu pilih tenaga kerja.
2. Selanjutnya anda perlu klik tombol Regristasi pada menu Tenaga Kerja yang sudah anda klik pada poin 1 diatas.
3. Lengkapi data yang diminta dengan teliti dan benar. Siapkan alamat email yg aktif karena itu nanti diminta diisi dalam form regristasi. Setelah selesai mengisi masukan kode pengamannya,lalu centang pilihan YA,saya setuju, langkah terakhir adalah klik tulisan “Submit Data”.
4. Setelah melakukan langkah di no 3 maka akam muncul halaman verifikasi akun. Dalam halaman verifikasi tsb, akan diminta untuk memasukan “kode aktivasi”. “Kode Aktivasi” ini dapat anda peroleh di email yang anda daftarkan tadi.
5. Setelah menjalankan langkah no 5, maka langkah selanjutnya adalah cek email anda lagi. Cari email yg dikirim oleh BPJS Ketenagakerjaan, berupa PIN sebagai pasword nantinya ketika login ke aplikasi Electronic Service BPJS Ketenagakerjaan.
6. Saat anda login masukan PIN sebagai pasword lalu klik “Submit”.
7. Apabila login berhasil maka anda akan masuk ke halaman BPJS Ketenagakerjaan, karena tujuan kita Klaim JHT maka yg kita klik adalah icon dengan tulisan “e-Klaim JHT”.
8. Selanjutnya klik menu pengajuan klaim pada pilihan aksi, lalu pilih jenis klaim yg diinginkan, lalu klik Submit form untuk mengajukan klaim.
9. Jika pada informasi anda membaca “proses klaim dapat dilanjutkan” maka kita dapat melanjutkan proses pengajuan e-Klaim dengan klik pada tombol “lanjutkan”.
10. Dalam halaman selanjutnya lengkapi data dengan benar. Jika data sudah diisi dengan lengkap dan benar, klik tombol “Proses”.
11. Akan muncul menu selanjutnya. masukan PIN yg akan dikirimkan ke nomor HP. Isi nama pemilik rekening sesuai dengan nama Tenaga Kerja yg mengajukan klaim,nama Bank, dan nomor rekening.
Dalam proses ini anda perlu menyiapkan berkas yg diperlukan. Karena pengajuan klaim nya online maka berkasnya harus anda scan. Berkas yg perlu anda scan adalah: Halaman depan buku rekening yg mencantumkan nama dan nomor rekening, e-KTP,Kartu Keluarga,Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan,Surat Keterangan Pengunduran diri dari perusahaan/paklaring. Setelah di Scan lalu di upload dan pastikan proses upload berhasil. Jika semua berkas telah berhasil di upload, klik “Simpan”.
Cat: Berkas tsb min 100 kb dan max 1.8 MB dengan ekstension: *.jpg, *.jpeg, *.png, *.bmp, *.pdf.
12. Cek inbox email yg sudah didaftarkan. Akan muncul email dari BPJS Ketenagakerjaan yang memberitahukan bahwa pengajuan e-Klaim telah berhasil direkam dan sedang dalam proses persetujuan.
13. Proses pengajuan klaim JHT melalui E-Claim sudah selesai.
14. Tunggu email jawaban dan undangan untuk pencairan yang dikirimkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Jangan lupa saat kedatangan ke kantor BPJS Ketenagakerjaan membawa printout jawaban.
Cat : E-Klaim JHT hanya berlaku untuk 1 kartu kepesertaan. Tenaga kerja sudah memiliki e-KTP.Bawa dokumen asli dan fc nya saat kedatangan. Peserta yg non aktif terhitung bln September 2015 harus melampirkan surat dari perusahaan kepada dinas tenaga kerja setempat dengan tembusan BPJS Ketenagakerjaan perihal laporan tentang tenagakerja keluar.
Semoga artiket ini bermanfaat. Artikel ini ditulis dengan sumber penulisan dari http://www.bpjsketenagakerjaan.co.id.
Untuk berlangganan artikel via Feed Burner klik disini.(Tin).

Kredit Pemilikan Rumah

Bagi anda yang belum memiliki rumah,namun sudah memiliki rumah idaman, tapi tidak dapat membeli secara Cash solusinya KPR kan saja. KPR itu apa sih? Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa KPR itu adalah cara untuk membeli Rumah secara kredit dengan skema pembiayaan mencapai 90% dari harga Rumah dengan jaminan Rumah yang kita beli tersebut.
Susah tidak mengajukan KPR? Susah atau tidaknya adalah sejauh mana kita sanggup dan siap menyediakan seluruh dokumen yang diminta oleh Bank sebagai persyaratan pengajuan KPR agar segera di proses.
Banyak pengembang sekarang ini bekerjasama dengan banyak Bank agar kita mudah membeli rumah secara kredit, jika ditolak disatu Bank kita bisa mencobanya di Bank lain sampai disetujui,jika masih gagal bisa mencoba dikesempatan berikutnya mungkin belum rejeki kita memiliki Rumah dengan KPR.
Saat kita berhubungan dengan Pengembang maka kita perlu menyiapkan Booking Fee, Booking Fee diperlukan untuk mengunci unit Rumah yang kita idamkan atau cocok dengan kita, perlu diperhatikan Booking Fee ini tidak dapat dikembalikan.Jika KPR ditolak maka Booking Fee Hangus. Sebagian pengembang ada yang memasukan harga jual Rumah sudah termasuk PPN,AJB, dan BPHTB ada juga yang tidak. Sebaiknya cari pengembang yang harga jual rumahnya sudah termasuk PPN,AJB dan BPHTB (Mis:Promo dari Pengembang). Begitu juga dengan Biaya KPR, biaya KPR ini ada yang sudah include harga rumah ada juga yang belum jika pengembang sedang mengeluarkan harga promo biasanya biaya KPR sudah termasuk dari harga pembelian Rumah. Setelah semua yang diuraikan  diatas anda merasa sudah  cocok maka saatnya membulatkan tekad untuk memulai pengajuan KPR atas Rumah impian anda. Jangka waktu cicilan KPR umumnya 10 tahun,15 tahun sampai terlama 20 tahun silahkan pilih sesuai kemampuan keuangan anda tentukan segera.
Langkah berikutnya mari kita perhatikan syarat apa saja yang harus disiapkan untuk memulai proses pengajuan KPR.
Persyaratan Pengajuan KPR :
1. Usia pemohon KPR min 21 tahun.
2. Penghasilan kita min harus 3 kali dari besarnya angsuran. Contoh : jika cicilan rumah kita sebulan Rp.2.000.000,- maka penghasilan kita minimal Rp.6.000.000,- 
3. Aplikasi dari Bank telah kita isi secara lengkap dan benar, dalam mengisi aplikasi jangan sungkan untuk bertanya pada pihak Bank atau marketing perumahan apabila kita ragu dalam mengisi aplikasi tsb.
4. Fc NPWP dan KTP suami dan istri.
5. Fc. Kartu Keluarga.
6. Pas photo berwarna suami dan istri ukuran 3×4 (2 lembar).
7. Fc Surat Nikah/Surat Cerai.
8. Fc Buku Tabungan atas nama pemohon min transaksi dari buku tabungan tersebut adalah 3 bulan terakhir.
9. Asli surat keterangan bekerja (tandatangan dan cap perusahaan).
10. Asli slip gaji 3 bulan terakhir.

Semua persyaratan tersebut diatas dilengkapi lalu disatukan menjadi satu kumpulan berkas dalam sebuah map agar tidak terpisah-pisah atau menghindari berkas tidak lengkap ketika akan diserahkan ke pihak Bank atau pengembang.
Jangan lupa untuk arsip pribadi,diharapkan seluruh berkas persyaratan KPR dan bukti bukti pembayaran di foto copy terlebih dahulu sebelum diserahkan. Demikian informasi perihal KPR ini, semoga bermanfaat. Silahkan berlangganan blog ini untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.(Tin).

Pemegang Saham Perseroan

Saat kita membuat perseroan terbatas (PT) selanjutnya disebut perseroan, maksud dan tujuan dari perseroan yang akan kita buat harus jelas,kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,ketertiban umum, dan/atau kesusilaan, hal tersebut terdapat dalam pasal 2 UU No.40Th.2007.
Ketentuan ini diharapkan PT yang didirikan tidak bermasalah dikemudian hari dan keberadaannya tidak akan meresahkan warga sekitar.
Dalam mendirikan sebuah PT kita tentunya berharap perusahaan ini berjalan dengan semestinya dan selalu profit. Dengan maksud dan tujuan yang baik sebagaimana diatur diatas maka perusahaan akan bertahan dengan baik diluar faktor ekonomi dan lain sebagainya,setidaknya dasar untuk menjalankan usaha sudah benar.
Bagaimana jika usahanya atau PT mengalami kerugian apa yg terjadi dengan pemegang saham? Apabila PT mengalami kerugian ada pasal yg mengatur apa yg akan terjadi pada pemegang saham. Aturan mengenai hal tsb terkandung dalam pasal 3 ayat 1 UU PT. Pada pasal tsb disebutkan bahwa : Pemegang Saham Perseroan tidak bertanggungjawab secara pribadi atas perikatan yg dibuat atas nama perseroan dan tidak bertanggungjawab atas kerugian Perseroan melebihi saham yang dimiliki. Namun hal tersebut tidak serta merta berlaku apabila syaratnya tidak terpenuhi. Ketentuan sebagaimana tersebut diatas tidak akan berlaku jika : persyaratan perseroan sebagai Badan Hukum belum atau tidak terpenuhi, pemegang saham ybs baik langsung maupun tidak langsung dengan itikad buruk memanfaatkan perseroan  untuk kepentingan pribadi, pemegang saham ybs terlibat dalam perbuatan melawan hukum yg dilakukan oleh perseroan, atau apabila pemegang saham ybs baik langsung maupun tidak langsung secara melawan hukum menggunakan kekayaan Perseroan,yg mengakibatkan kekayaan perseroan menjadi tidak cukup untuk melunasi utang perseroan.
Atas penjelasan tersebut maka berhati hatilah dalam membuat PT, penuhi segala ketentuan yg terkandung dalam UU No. 40 Tahun 2007, agar apabila perseroan  rugi tanggungjawab pemegang saham atas kerugian tsb tidak melebihi saham yg dimiliki. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda.(Tin).

Kartu Indonesia Sehat

KIS adalah tanda kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif pada fasilitas kesehatan melalui mekanisme sistem rujukan berjenjang dan atas indikasi medis. Untuk kartu kepesertaan lainnya seperti Kartu Askes, Eks Jamkesmas,KJS,Kartu JKN BPJS Kesehatan, masih tetap berlaku sesuai ketentuan sepanjang belum diganti dengan KIS.
Kepesertaan KIS ada 2 (dua) kelompok:
1. Kelompok masyarakat yg wajib mendaftar dan mebayar iuran, baik membayar sendiri ataupun berkkontribusi bersama pemberi kerjanya;
2. Kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu yg didaftarkan oleh pemerintah dan iurannya dibayari oleh pemerintah.
Itulah informasi mengenai KIS. Semoga bermanfaat.(Tin).

Sumber informasi : http://www.bpjs-kesehatan.go.id

Retribusi Perpanjangan IMTA

Retribusi adalah Pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian ijin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan.
Objek retribusinya adalah perpanjangan IMTA yg diberikan kepada pemberi kerja TKA yg telah memiliki IMTA dari Menteri bertanggungjawab dibidang ketenagakerjaan/pejabat yg ditunjuk.
Sedangkan Subjek Retibusinya adalah pemberi kerja TKA yg memperoleh perpanjangan IMTA.
Adapun besarnya tarif retribusi atas perpanjangan IMTA adalah sebesar 100 USD/orang/bulan.
Pembayaran retribusi dibayarkan dengan Rupiah berdasarkan nilai kurs yg berlaku pada saat pembayaran retribusi oleh wajib retribusi.
Apabila perpanjangan IMTA nya dikota bekasi maka ketentuannya adalah retribusi tersebut di setor ke kas Daerah Kota Bekasi dengan kode rekening 4.1.2.3.12 melalui Bank Jabar Banten. Untuk kode rek kas daerah lainnya dapat mendatangi langsung BPPT di kota anda. Demikian informasi ini dibuat semoga bermanfaat.(Tin).

Pindah Tempat Kedudukan Perusahaan

Di artikel sebelumnya disebutkan bahwa apabila pindah kedudukan perusahaan menurut UU No 40 Tahun 2007 hal tersebut harus tercantum dalam perubahan akta perusahaan yang dibuat oleh Notaris dalam bahasa indonesia dan harus mendapat persetujuan menteri (SK Menteri).
Kedudukan perusahaan yang berubah misal dari Jakarta selatan pindah ke Jakarta pusat atau dari jakarta selatan ke bandung. Perubahan akta perusahaan ini tentu saja membawa konsekuensi bahwa seluruh perijinan alamatnya harus disesuaikan atau dirubah.Merubah perijinan akibat berubahnya tempat kedudukan ada di artikel lain di blog ini anda bisa mempelajarinya lebih lanjut di artikel tersebut. Apabila berubah kedudukannya maka pasal mengenai tempat kedudukan di dalam anggaran dasar akan berubah. Yang didapat dari Notaris nantinya adalah salinan Akta perubahan,SK Menteri Kehakiman dan HAM RI serta BNRI dari Akta Perubahan tersebut. Semoga bermanfaat sebagai sebuah informasi awal. Silahkan berlangganan blog ini untuk mendapatkan artikel lainnya.